Self Love: Start Kindness with Yourself
- Chandra Kuntjoro-Jakti

- 14 Feb
- 2 menit membaca
Self LoveĀ adalah konsep yang menurut saya menarik sejak pertama kali saya belajar Yoga PhilosopyĀ tentang AhimsaĀ yang artinya tidak menjalani segala sesuatu yang berhubungan dengan kekerasan; yang tentunya berlaku ke diri kita sendiri juga. Untuk AhimsaĀ ini sekarang saya lebih senang menggunakan definisi kindness, jadi segala sesuatu selalu atas dasar niat baik.
Awalnya dimulai dari hal-hal yang bersifat eksternal, seperti disiplin dalam beristirahat, karena saya cepat merasa burnt out secara fisik dan pikiran jika kebanyakan beraktivitas.Ā Namun sekarang saya juga menambahĀ kegiatan self love itu dari hal yang bersifat internal. Sejauh ini keduanya membuat hidup sangat menyenangkanĀ āŗ. Cara- cara tersebut antara lain adalah:
Say no without feeling guiltyĀ adalah salah satu hal pertama yang saya berusaha terapkan di kehidupan saya. Contoh paling mudah adalah dengan jujur menolak undangan suatu acara karena saya lelah. Awalnya tentu saja sulit karena selalu ada rasa tidak enak. Jadi walaupun saya diam di rumah tapi pikiran tidak bisa rileks karena sibuk dengan skenario-skenario guilty feelingĀ yang terus berdatangan. Yang biasanya saya lakukan pada saat hal seperti ini terjadi adalah duduk dan mendengarkan pikiran-pikiran saya tersebut. Saya hadirkan Self LoveĀ saat mendengarkannya, persis seperti ketika saya mendengarkan curhat seorang sahabat. Kadang saya tulis di jurnal pribadi jika otak saya rasanya penuh sekali; dengan begitu biasanya intensitas keributan pikiran saya menjadi turun.
Sekarang saya sudah tidak merasa bersalah lagi jika mengatakan tidak, dan saya juga berusaha jujur dalam memberikan alasannya sehingga semua yang saya lakukan atas dasar niat baik saya.
Self LoveĀ lain yang saya terapkan dalam hidup saya adalah memaafkan diri sendiri. Tentunya dengan saya yang sudah berusia 49 tahun ini ada saja kejadian-kejadian yang saya anggap gagal. Dengan konsep forgive myselfĀ ini setiap ada kejadian yang saya ingat kembali dan membuat saya kesal, sedih atau merasa gagal, saya selalu menyempatkan untuk duduk hening dan merasakan semua feeling tersebut, kemudian saya masuk ke rasa memaafkan diri sendiri. Biasanya tidak perlu waktu yang lama semua rasa tidak nyaman tersebut bisa saya lepaskan dan saya kembali ke titik netral.
Saya juga dengan rutin latihan meditasi dengan menggunakan afirmasi positif. Beberapa afirmasi favorit saya adalah I am Enough, My Life Flows with Ease, dan lain sebagainya. Kadang saya juga memakai bahasa Indonesia seperti Terima Kasih, Aku Ada di Titik Equilibriumku.

Akhirnya sekarang ini Self Love sudah menjadi suatu kegiatan sehari-hari yang saya lakukan tanpa extra effort. Semoga sharingĀ singkat saya ini bisa menginspirasi kamu untuk melakukan Self LoveĀ di dalam hidupmu juga. Sending you love from the island!




Komentar